Manusia secara fitrah senang dengan penghargaan, senang dengan keindahan, senang dengan kebaikan, keadilan dan segala sesuatu yang positif, baik dan mendukung kebahagiaan dalam kehidupan.
Islam datang dengan membawa misi kemaslahatan dalam seluruh aspek kehidupan, bukan hanya dimensi rohani saja namun juga secara jasmani bahkan dalam kehidupan sosial.
Untuk melihat keindahan Islam secara menyeluruh dan komprehensif tentu hal yang sangat mudah adalah dengan melihat sejarah zaman jahiliah dan pasca Islam datang serta bagaimana praktek Islam pada zaman nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.
Zaman jahiliyah sebelum datang Islam penuh dengan kegelapan, kedzaliman dan ketidakadilan terjadi dalam semua dimensi kehidupan, hak wanita dirampas, dimana wanita tak lebih dari sekedar komoditis yang bisa diperjualbelikan kapanpun dan kepada siapapun, minuman keras, judi dan berbagai keangkaramurkaan yang seolah menjadi biasa dalam kehidupan mereka.
Nabi Muhammad lahir dari keluarga dan suku terhormat, dikenal dengan keluarga yang senantiasa menjaga nilai-nilai budi pekerti yang luhur, maka Rasulullah tumbuh dalam penjagaan Allah SWT dan sejak kecil dikenal amanah sehingga mendapatkan prediket sebagai al-Amin, gelar yang diperoleh bukan karena menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu, namun al-Amin adalah gelar kemuliaan yang hadir dari akhlak dan budi pekerti yang luhur.
Setelah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun, beliau mulai mengajak orang-orang yang terdekat dengan beliau, mulai dari istri, sahabat dan orang yang ada disekelilingnya untuk mengenal Islam, mengenal tauhid dan pengajaran bahwa satu satunya Tuhan yang paling berhak diibadahi adalah Allah SWT dan meninggalkan tuhan-tuhan dan patung-patung yang dijadikan sebagai sesembahan di tanah arab saat itu.
Pelan tapi pasti fitrah masyarakat jahiliah saat itu kembali kepada tauhid yang benar, selain mengajarkan akidah dan tauhid yang benar, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam juga mengajarkan keadilan, kasih sayang, budi pekerti yang luhur, akhlak terpuji dan menghilangkan segala bentuk kedzaliman dalam seluruh aspek kehidupan manusia.
Nabi Muhammad shalallahu alaihi memulai memperbaiki keadaan masyarakat dari sisi akidah dan tauhidnya karena hal ini menjadi titik awal perubahan yang mana jika akidah dan tauhidnya benar, hanya berharap kepada Allah, beribadah kepada Allah dan menggantungkan diri hanya kepada Allah SWT maka dimensi lainya akan berbanding lurus dan berubah sejalan dengan akidah yang benar.
Ini menunjukkan kepada kita bahwa perbaikan seluruh aspek kehidupan hendaknya dimulai dengan perbaikan akidah dan tauhid, dimana inilah misi diutusnya semua Nabi dan Rasul sebagaimana firman Allah SWT.
{ ŁŁŁŁŁŁŲÆŪ” ŲØŁŲ¹ŁŲ«Ū”ŁŁŲ§ ŁŁŪ ŁŁŁŁŁ Ų£ŁŁ ŁŁŲ©ą£² Ų±ŁŁŲ³ŁŁŁŁŲ§ Ų£ŁŁŁ Ł±Ų¹Ū”ŲØŁŲÆŁŁŲ§Ū Ł±ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁ±Ų¬Ū”ŲŖŁŁŁŲØŁŁŲ§Ū ٱŁŲ·ŁŁŁŁ°ŲŗŁŁŲŖŁŪ ŁŁŁ ŁŁŪ”ŁŁŁ Ł ŁŁŁŪ” ŁŁŲÆŁŁ Ł±ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁ ŁŁŪ”ŁŁŁ Ł ŁŁŁŪ” ŲŁŁŁŁŲŖŪ” Ų¹ŁŁŁŪŪ”ŁŁ ٱŁŲ¶ŁŁŁŁŁŁ°ŁŁŲ©ŁŪ ŁŁŲ³ŁŪŲ±ŁŁŲ§Ū ŁŁŪ Ł±ŁŪ”Ų£ŁŲ±Ū”Ų¶Ł ŁŁŁ±ŁŲøŁŲ±ŁŁŲ§Ū ŁŁŪŪ”ŁŁ ŁŁŲ§ŁŁ Ų¹ŁŁŁ°ŁŁŲØŁŲ©Ł ٱŁŪ”Ł ŁŁŁŲ°ŁŁŲØŁŪŁŁ }
Artinya: āDan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), āSembahlah Allah, dan jauhilah į¹ÄgÅ«t,ā kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).ā (Surat An-Nahl: 36).
Keindahan Islam begitu terasa dari ajaran Nabi shalallahu alaihi wasallam, seperti ajaran kasih sayang sesama manusia, keadilan, kesetaraan, saling menghargai, perintah berbuat adil, larangan kedzaliman dalam bentuk apapun, adab akhlak dan etika serta memberi manfaat kepada orang lain, hubungan sosial, hubungan kekeluargaan dan bahkan pengaturan kenegaraan yang pada intinya adalah kemakmuran dan kemaslahatan bagi manusia untuk bahagia di dunia dan kesuksesan di akhirat.
Syariat datang untuk kemudahan bukan untuk menyulitkan, syariat datang untuk membimbing manusia pada jalan yang benar, tujuan yang benar serta kesuksesan yang hakiki yaitu masuk surga dan keridhaan Allah dan inilah seutama utamanya kesuksesan, sebagaimana firman Allah SWT
{ ŁŁŁŁŁ ŁŁŁŪ”سࣲ Ų°ŁŲ§Ū¤ŁŁŁŁŁŲ©Ł ٱŁŪ”Ł ŁŁŪ”ŲŖŁŪ ŁŁŲ„ŁŁŁŁŁ ŁŲ§ ŲŖŁŁŁŁŁŁŁŪ”ŁŁ Ų£ŁŲ¬ŁŁŲ±ŁŁŁŁ Ū” ŪŁŁŪ”٠٠ٱŁŪ”ŁŁŪŁŁŁ°Ł ŁŲ©ŁŪ ŁŁŁ ŁŁ Ų²ŁŲŪ”Ų²ŁŲŁ Ų¹ŁŁŁ Ł±ŁŁŁŁŲ§Ų±Ł ŁŁŲ£ŁŲÆŪ”Ų®ŁŁŁ Ł±ŁŪ”Ų¬ŁŁŁŁŲ©Ł ŁŁŁŁŲÆŪ” ŁŁŲ§Ų²ŁŪ ŁŁŁ ŁŲ§ ٱŁŪ”ŲŁŪŁŁŁ°Ų©Ł ٱŁŲÆŁŁŁŪ”ŪŁŲ§Ū¤ Ų„ŁŁŁŁŲ§ Ł ŁŲŖŁŁŁ°Ų¹Ł ٱŁŪ”ŲŗŁŲ±ŁŁŲ±Ł }
Artinya: āSetiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.ā [Surat Ali ‘Imran: 185].



