Islam berasal dari kata al-istislam yang memiliki makna berserah diri, Islam mengandung makna umum dan khusus, secara umum makna yang dimaksudkan adalah agama seluruh Nabi dan Rasul yaitu bahwa seluruh ajaran Nabi dan Rasul adalah mengajarkan tauhid.
Sedangkan Islam dengan makna khusus adalah risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam
Setelah diutusnya Rasulullah maka seluruh manusia wajib mengikuti beliau, karena Rasulullah diutus untuk seluruh manusia dan barang siapa yang tidak mengikuti Nabi Muhammad shalallahu alaihi akan merugi di dunia dan akhirat.
Allah SWT berfirman
{ Ų„ŁŁŁŁ ٱŁŲÆŁŁŪŁŁ Ų¹ŁŁŲÆŁ Ł±ŁŁŁŁŁŁ ٱŁŪ”Ų„ŁŲ³Ū”ŁŁŁŁ°Ł ŁŪ ŁŁŁ ŁŲ§ Ł±Ų®Ū”ŲŖŁŁŁŁŁ Ł±ŁŁŁŲ°ŁŪŁŁ Ų£ŁŁŲŖŁŁŲ§Ū Ł±ŁŪ”ŁŁŲŖŁŁŁ°ŲØŁ Ų„ŁŁŁŁŲ§ Ł ŁŁŪ¢ ŲØŁŲ¹Ū”ŲÆŁ Ł ŁŲ§ Ų¬ŁŲ§Ū¤Ų”ŁŁŁŁ ٠ٱŁŪ”Ų¹ŁŁŪ”Ł Ł ŲØŁŲŗŪ”ŪŁŪ¢Ų§ ŲØŁŪŪ”ŁŁŁŁŁ Ū”Ū ŁŁŁ ŁŁ ŪŁŁŪ”ŁŁŲ±Ū” ŲØŁŁŁŁŲ§ŪŁŁŁ°ŲŖŁ Ł±ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ„ŁŁŁŁ Ł±ŁŁŁŁŁŁ Ų³ŁŲ±ŁŪع٠ٱŁŪ”ŲŁŲ³ŁŲ§ŲØŁ }
Artinya: “Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitabkecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. [Surat Ali ‘Imran: 19].
Kemudian dalam ayat yang lain juga dikatakan.
{ ŁŁŁ ŁŁ ŪŁŲØŪ”ŲŖŁŲŗŁ ŲŗŁŪ۔ر٠ٱŁŪ”Ų„ŁŲ³Ū”ŁŁŁŁ°Ł Ł ŲÆŁŪŁą£°Ų§ ŁŁŁŁŁ ŪŁŁŪ”ŲØŁŁŁ Ł ŁŁŪ”ŁŁ ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŪ Ł±ŁŪ”ŁŁŁŲ§Ų®ŁŲ±ŁŲ©Ł Ł ŁŁŁ Ł±ŁŪ”Ų®ŁŁŁ°Ų³ŁŲ±ŁŪŁŁ }
Artinya: “Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.” [Surat Ali ‘Imran: 85].
Dalam hadits Nabi shalallahu alaihi wasallam, beliau bersabda:
ŁŁŲ§ŁŁŁŲ°ŁŁ ŁŁŁŁŲ³Ł Ł ŁŲŁŁ ŁŁŲÆŁ ŲØŁŁŁŲÆŁŁŁŲ ŁŁŲ§ ŁŁŲ³ŁŁ ŁŲ¹Ł ŲØŁŁ Ų£ŁŲŁŲÆŁ Ł ŁŁŁ ŁŁŲ°ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ£ŁŁ ŁŁŲ©Ł ŁŁŁŁŁŲÆŁŁŁŁŲ ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲµŁŲ±ŁŲ§ŁŁŁŁŁŲ Ų«ŁŁ ŁŁ ŁŁŁ ŁŁŲŖŁ ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ¤ŁŁ ŁŁŁ ŲØŁŲ§ŁŁŁŲ°ŁŁ Ų£ŁŲ±ŁŲ³ŁŁŁŲŖŁ ŲØŁŁŁŲ Ų„ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ§ŁŁ Ł ŁŁŁ Ų£ŁŲµŁŲŁŲ§ŲØŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų±Ł
Artinya: āDemi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini, baik Yahudi dan Nashrani, mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya (yaitu agama Islam, pent.), kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka.ā (HR. Muslim).
Dari ayat dan hadits diatas menunjukan secara jelas bahwa keselamatan dan kebahagiaan adalah dengan mengikuti syariat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dan bahwasanya setelah diutusnya Nabi, sebagai Nabi yang terakhir membawa risalah wajib diikuti oleh seluruh manusia tanpa terkecuali.
Sebelum diutusnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dari kalangan umat terdahulu ketika mereka berpegang teguh dan mengikuti Nabi-Nabi yang diutus, mereka akan mendapatkan balasan kebaikan, siapapun diantara mereka yang beramal shalih akan mendapatkan balasan kebaikan mereka di akhirat, namun setelah diutusnya Rasulullah hal itu tidak berlaku lagi.
Menjadi seorang muslim adalah pilhan Allah SWT, maka hendaknya menjaga nikmat hidayah yang diberikan Allah kepadanya dengan mendalami dan memahami hakikat Islam dan merawat keimanan itu dengan cara melaksanakan perintah Allah, mendalami syariat agama Islam dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kenyataannya kita menemukan orang-orang yang dilahirkan dalam keadaan Islam, lahir dari keluarga muslim, namun menjadi murtad (keluar dari Islam) karena kurangnya pemahaman tentang Islam, iman yang tidak diperkuat dengan malas ikut majelis taklim, meninggalkan shalat lima waktu, tidak menjalankan syariat, yang akhirnya Islam sekedar pengakuan tanpa melaksanakan kewajibanya.
Diantara fenomena yang terjadi yaitu karena lemahnya iman kemudian himpitan ekonomi, karena pekerjaan atau bahkan karena pernikahan dan sebab lainya seseorang menjadi murtad dan keluar dari Islam yang sudah sejak lahir menjadi agamanya, semoga Allah melindungi kita semua dan kaum muslimin.
Islam sebagai agama yang diridhai Allah SWT, pasti akan membawa manusia pada kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat, karena Allah SWT yang menciptakan manusia pasti sangat tau apa yang bisa membahagiakan manusia dan apa yang membuat manusia sengsara baik di dunia maupun di akhirat.
Syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam pasti sesuai dengan fitrah dan akan mengantarkan manusia kepada kebahagiaan itu di dunia dan akhirat.
Semua muallaf (orang yang baru masuk islam) ketika ditanyakan kepadanya kenapa tertarik masuk Islam?maka jawaban yang sama keluar dari lisan mereka adalah bahwa dari semua latar belakang agama dan kepercayaan sebelumnya mereka tidak mendapatkan ketenangan, kenyamanan batin dan kebahagiaan yang hakiki, tapi setelah masuk Islam dan melaksanakan ajaran Islam barulah mereka merasakan apa yang mereka cari selama ini yaitu kebahagiaan, ketenangan batin dan kedekatan dengan sang Pencipta.
Islam sebagai agama yang sempurna bukan hanya menjanjikan kebahagiaan di akhirat berupa surga dan segala kenikmatannya serta keridhaan Allah SWT, namun juga menjanjikan kebahagiaan dan ketenteraman di dunia sepadan dengan keyakinan dan konsistensi mengamalkan Islam baik secara pribadi, keluarga maupun skala yang lebih besar, Allah subhanahu wata’ala berfirman;
{ Ł ŁŁŪ” Ų¹ŁŁ ŁŁŁ ŲµŁŁŁ°ŁŁŲą£°Ų§ Ł ŁŁŁ Ų°ŁŁŁŲ±Ł Ų£ŁŁŪ” Ų£ŁŁŲ«ŁŁŁ° ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŲ¤Ū”Ł ŁŁą£± ŁŁŁŁŁŁŲŪ”ŪŁŪŁŁŁŁŁŁŪ„ ŲŁŪŁŁŁ°Ų©ą£° Ų·ŁŪŁŁŲØŁŲ©ą£°Ū ŁŁŁŁŁŁŲ¬Ū”Ų²ŁŪŁŁŁŁŁŁŁ Ū” Ų£ŁŲ¬Ū”Ų±ŁŁŁŁ ŲØŁŲ£ŁŲŪ”Ų³ŁŁŁ Ł ŁŲ§ ŁŁŲ§ŁŁŁŲ§Ū ŪŁŲ¹Ū”Ł ŁŁŁŁŁŁ }
Artinya: “Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baikdan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [Surat An-Nahl: 97].



