/*eslint lodash/import-scope: [2, "method"]*/ import { __ } from '@wordpress/i18n'; import uniqueId from 'lodash/uniqueId'; export const CREATE_NOTICE = 'CREATE_NOTICE'; export const REMOVE_NOTICE = 'REMOVE_NOTICE'; /** * Create global notice * * @param {*} status - success, error, info or warning. * @param {*} text - the text to show. * @param {*} options - Options. * @return {object} - action object. */ export function createNotice( status, text, options = {} ) { const notice = { id: options.id || uniqueId(), duration: options.duration ?? 2000, showDismiss: typeof options.showDismiss === 'boolean' ? options.showDismiss : true, isPersistent: options.isPersistent || false, displayOnNextPage: options.displayOnNextPage || false, status: status, text: text, }; return { type: CREATE_NOTICE, notice: notice, }; } /** * Remove notice by ID * * @param {*} noticeId - noticeID. * @return {object} - action object. */ export function removeNotice( noticeId ) { return { type: REMOVE_NOTICE, notice: { id: noticeId } }; } export const successNotice = createNotice.bind( null, 'is-success' ); export const errorNotice = createNotice.bind( null, 'is-error' ); export const infoNotice = createNotice.bind( null, 'is-info' ); export const warningNotice = createNotice.bind( null, 'is-warning' ); export const updatingNotice = ( text = __( 'Updating settings…', 'jetpack-wordads' ) ) => createNotice( 'is-info', text, { duration: 30000, id: 'search-updating-settings' } ); export const removeUpdatingNotice = () => removeNotice( 'search-updating-settings' ); export default { createNotice, removeNotice, successNotice, errorNotice, warningNotice, updatingNotice, removeUpdatingNotice, }; Indahnya Islam – Syaibani Mujiono https://syaibanimujiono.id Dai dan Praktisi Kesehatan Islam Mon, 20 Nov 2023 00:29:48 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://syaibanimujiono.id/wp-content/uploads/2023/11/cropped-USM-LOGO-32x32.png Indahnya Islam – Syaibani Mujiono https://syaibanimujiono.id 32 32 Islam Adalah Agama yang Allah Ridhai https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/islam-adalah-agama-yang-allah-ridhai/ https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/islam-adalah-agama-yang-allah-ridhai/#respond Sun, 19 Nov 2023 00:55:16 +0000 https://syaibanimujiono.id/?p=282 Islam berasal dari kata al-istislam yang memiliki makna berserah diri, Islam mengandung makna umum dan khusus, secara umum makna yang dimaksudkan adalah agama seluruh Nabi dan Rasul yaitu bahwa seluruh ajaran Nabi dan Rasul adalah mengajarkan tauhid.

Sedangkan Islam dengan makna khusus adalah risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam

Setelah diutusnya Rasulullah maka seluruh manusia wajib mengikuti beliau, karena Rasulullah diutus untuk seluruh manusia dan barang siapa yang tidak mengikuti Nabi Muhammad shalallahu alaihi akan merugi di dunia dan akhirat.

Allah SWT berfirman

{ إِنَّ ٱلدِّینَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَـٰمُۗ وَمَا ٱخۡتَلَفَ ٱلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡكِتَـٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَاۤءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُ بَغۡیَۢا بَیۡنَهُمۡۗ وَمَن یَكۡفُرۡ بِـَٔایَـٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِیعُ ٱلۡحِسَابِ }

Artinya: “Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitabkecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. [Surat Ali ‘Imran: 19].

Kemudian dalam ayat yang lain juga dikatakan.

{ وَمَن یَبۡتَغِ غَیۡرَ ٱلۡإِسۡلَـٰمِ دِینࣰا فَلَن یُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَـٰسِرِینَ }

Artinya: “Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.” [Surat Ali ‘Imran: 85].

Dalam hadits Nabi shalallahu alaihi wasallam, beliau bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

Artinya: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini, baik Yahudi dan Nashrani, mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya (yaitu agama Islam, pent.), kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim).

Dari ayat dan hadits diatas menunjukan secara jelas bahwa keselamatan dan kebahagiaan adalah dengan mengikuti syariat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dan bahwasanya setelah diutusnya Nabi, sebagai Nabi yang terakhir membawa risalah wajib diikuti oleh seluruh manusia tanpa terkecuali.

Sebelum diutusnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dari kalangan umat terdahulu ketika mereka berpegang teguh dan mengikuti Nabi-Nabi yang diutus, mereka akan mendapatkan balasan kebaikan, siapapun diantara mereka yang beramal shalih akan mendapatkan balasan kebaikan mereka di akhirat, namun setelah diutusnya Rasulullah hal itu tidak berlaku lagi.

Menjadi seorang muslim adalah pilhan Allah SWT, maka hendaknya menjaga nikmat hidayah yang diberikan Allah kepadanya dengan mendalami dan memahami hakikat Islam dan merawat keimanan itu dengan cara melaksanakan perintah Allah, mendalami syariat agama Islam dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kenyataannya kita menemukan orang-orang yang dilahirkan dalam keadaan Islam, lahir dari keluarga muslim, namun menjadi murtad (keluar dari Islam) karena kurangnya pemahaman tentang Islam, iman yang tidak diperkuat dengan malas ikut majelis taklim, meninggalkan shalat lima waktu, tidak menjalankan syariat, yang akhirnya Islam sekedar pengakuan tanpa melaksanakan kewajibanya.

Diantara fenomena yang terjadi yaitu karena lemahnya iman kemudian himpitan ekonomi, karena pekerjaan atau bahkan karena pernikahan dan sebab lainya seseorang menjadi murtad dan keluar dari Islam yang sudah sejak lahir menjadi agamanya, semoga Allah melindungi kita semua dan kaum muslimin.

Islam sebagai agama yang diridhai Allah SWT, pasti akan membawa manusia pada kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat, karena Allah SWT yang menciptakan manusia pasti sangat tau apa yang bisa membahagiakan manusia dan apa yang membuat manusia sengsara baik di dunia maupun di akhirat.

Syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam pasti sesuai dengan fitrah dan akan mengantarkan manusia kepada kebahagiaan itu di dunia dan akhirat.

Semua muallaf (orang yang baru masuk islam) ketika ditanyakan kepadanya kenapa tertarik masuk Islam?maka jawaban yang sama keluar dari lisan mereka adalah bahwa dari semua latar belakang agama dan kepercayaan sebelumnya mereka tidak mendapatkan ketenangan, kenyamanan batin dan kebahagiaan yang hakiki, tapi setelah masuk Islam dan melaksanakan ajaran Islam barulah mereka merasakan apa yang mereka cari selama ini yaitu kebahagiaan, ketenangan batin dan kedekatan dengan sang Pencipta.

Islam sebagai agama yang sempurna bukan hanya menjanjikan kebahagiaan di akhirat berupa surga dan segala kenikmatannya serta keridhaan Allah SWT, namun juga menjanjikan kebahagiaan dan ketenteraman di dunia sepadan dengan keyakinan dan konsistensi mengamalkan Islam baik secara pribadi, keluarga maupun skala yang lebih besar, Allah subhanahu wata’ala berfirman;

{ مَنۡ عَمِلَ صَـٰلِحࣰا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنࣱ فَلَنُحۡیِیَنَّهُۥ حَیَوٰةࣰ طَیِّبَةࣰۖ وَلَنَجۡزِیَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُوا۟ یَعۡمَلُونَ }

Artinya: “Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baikdan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [Surat An-Nahl: 97].

]]>
https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/islam-adalah-agama-yang-allah-ridhai/feed/ 0
Nikmatnya Keindahan Islam dalam Kehidupan https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/nikmatnya-keindahan-islam-dalam-kehidupan/ https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/nikmatnya-keindahan-islam-dalam-kehidupan/#respond Sun, 19 Nov 2023 00:18:18 +0000 https://syaibanimujiono.id/?p=270 Manusia secara fitrah senang dengan penghargaan, senang dengan keindahan, senang dengan kebaikan, keadilan dan segala sesuatu yang positif, baik dan mendukung kebahagiaan dalam kehidupan.

Islam datang dengan membawa misi kemaslahatan dalam seluruh aspek kehidupan, bukan hanya dimensi rohani saja namun juga secara jasmani bahkan dalam kehidupan sosial.

Untuk melihat keindahan Islam secara menyeluruh dan komprehensif tentu hal yang sangat mudah adalah dengan melihat sejarah zaman jahiliah dan pasca Islam datang serta bagaimana praktek Islam pada zaman nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.

Zaman jahiliyah sebelum datang Islam penuh dengan kegelapan, kedzaliman dan ketidakadilan terjadi dalam semua dimensi kehidupan, hak wanita dirampas, dimana wanita tak lebih dari sekedar komoditis yang bisa diperjualbelikan kapanpun dan kepada siapapun, minuman keras, judi dan berbagai keangkaramurkaan yang seolah menjadi biasa dalam kehidupan mereka.

Nabi Muhammad lahir dari keluarga dan suku terhormat, dikenal dengan keluarga yang senantiasa menjaga nilai-nilai budi pekerti yang luhur, maka Rasulullah tumbuh dalam penjagaan Allah SWT dan sejak kecil dikenal amanah sehingga mendapatkan prediket sebagai al-Amin, gelar yang diperoleh bukan karena menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu, namun al-Amin adalah gelar kemuliaan yang hadir dari akhlak dan budi pekerti yang luhur.

Setelah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun, beliau mulai mengajak orang-orang yang terdekat dengan beliau, mulai dari istri, sahabat dan orang yang ada disekelilingnya untuk mengenal Islam, mengenal tauhid dan pengajaran bahwa satu satunya Tuhan yang paling berhak diibadahi adalah Allah SWT dan meninggalkan tuhan-tuhan dan patung-patung yang dijadikan sebagai sesembahan di tanah arab saat itu.

Pelan tapi pasti fitrah masyarakat jahiliah saat itu kembali kepada tauhid yang benar, selain mengajarkan akidah dan tauhid yang benar, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam juga mengajarkan keadilan, kasih sayang, budi pekerti yang luhur, akhlak terpuji dan menghilangkan segala bentuk kedzaliman dalam seluruh aspek kehidupan manusia.

Nabi Muhammad shalallahu alaihi memulai memperbaiki keadaan masyarakat dari sisi akidah dan tauhidnya karena hal ini menjadi titik awal perubahan yang mana jika akidah dan tauhidnya benar, hanya berharap kepada Allah, beribadah kepada Allah dan menggantungkan diri hanya kepada Allah SWT maka dimensi lainya akan berbanding lurus dan berubah sejalan dengan akidah yang benar.

Ini menunjukkan kepada kita bahwa perbaikan seluruh aspek kehidupan hendaknya dimulai dengan perbaikan akidah dan tauhid, dimana inilah misi diutusnya semua Nabi dan Rasul sebagaimana firman Allah SWT.

{ وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِی كُلِّ أُمَّةࣲ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُوا۟ ٱلطَّـٰغُوتَۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنۡهُم مَّنۡ حَقَّتۡ عَلَیۡهِ ٱلضَّلَـٰلَةُۚ فَسِیرُوا۟ فِی ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُوا۟ كَیۡفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِینَ }

Artinya: “Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah ṭāgūt,” kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (Surat An-Nahl: 36).

Keindahan Islam begitu terasa dari ajaran Nabi shalallahu alaihi wasallam, seperti ajaran kasih sayang sesama manusia, keadilan, kesetaraan, saling menghargai, perintah berbuat adil, larangan kedzaliman dalam bentuk apapun, adab akhlak dan etika serta memberi manfaat kepada orang lain, hubungan sosial, hubungan kekeluargaan dan bahkan pengaturan kenegaraan yang pada intinya adalah kemakmuran dan kemaslahatan bagi manusia untuk bahagia di dunia dan kesuksesan di akhirat.

Syariat datang untuk kemudahan bukan untuk menyulitkan, syariat datang untuk membimbing manusia pada jalan yang benar, tujuan yang benar serta kesuksesan yang hakiki yaitu masuk surga dan keridhaan Allah dan inilah seutama utamanya kesuksesan, sebagaimana firman Allah SWT

{ كُلُّ نَفۡسࣲ ذَاۤىِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ یَوۡمَ ٱلۡقِیَـٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَیَوٰةُ ٱلدُّنۡیَاۤ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ }

Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” [Surat Ali ‘Imran: 185].

]]>
https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/nikmatnya-keindahan-islam-dalam-kehidupan/feed/ 0