/*eslint lodash/import-scope: [2, "method"]*/ import { __ } from '@wordpress/i18n'; import uniqueId from 'lodash/uniqueId'; export const CREATE_NOTICE = 'CREATE_NOTICE'; export const REMOVE_NOTICE = 'REMOVE_NOTICE'; /** * Create global notice * * @param {*} status - success, error, info or warning. * @param {*} text - the text to show. * @param {*} options - Options. * @return {object} - action object. */ export function createNotice( status, text, options = {} ) { const notice = { id: options.id || uniqueId(), duration: options.duration ?? 2000, showDismiss: typeof options.showDismiss === 'boolean' ? options.showDismiss : true, isPersistent: options.isPersistent || false, displayOnNextPage: options.displayOnNextPage || false, status: status, text: text, }; return { type: CREATE_NOTICE, notice: notice, }; } /** * Remove notice by ID * * @param {*} noticeId - noticeID. * @return {object} - action object. */ export function removeNotice( noticeId ) { return { type: REMOVE_NOTICE, notice: { id: noticeId } }; } export const successNotice = createNotice.bind( null, 'is-success' ); export const errorNotice = createNotice.bind( null, 'is-error' ); export const infoNotice = createNotice.bind( null, 'is-info' ); export const warningNotice = createNotice.bind( null, 'is-warning' ); export const updatingNotice = ( text = __( 'Updating settings…', 'jetpack-wordads' ) ) => createNotice( 'is-info', text, { duration: 30000, id: 'search-updating-settings' } ); export const removeUpdatingNotice = () => removeNotice( 'search-updating-settings' ); export default { createNotice, removeNotice, successNotice, errorNotice, warningNotice, updatingNotice, removeUpdatingNotice, }; Artikel Islam – Syaibani Mujiono https://syaibanimujiono.id Dai dan Praktisi Kesehatan Islam Mon, 20 Nov 2023 00:29:48 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://syaibanimujiono.id/wp-content/uploads/2023/11/cropped-USM-LOGO-32x32.png Artikel Islam – Syaibani Mujiono https://syaibanimujiono.id 32 32 Manusia Pasti Berdosa, Ini Contoh Dosa-Dosa Besar dan Kecil https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/manusia-pasti-berdosa-ini-contoh-dosa-dosa-besar-dan-kecil/ https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/manusia-pasti-berdosa-ini-contoh-dosa-dosa-besar-dan-kecil/#respond Sun, 19 Nov 2023 01:22:07 +0000 https://syaibanimujiono.id/?p=294 Manusia dikatakan manusia mengandung beberapa makna diantaranya karena manusia bisa merasa tenang jika bersama yang lain, atau manusia dikatakan manusia karena sering salah dan lupa.

Sebab dosa terjadi dari dua hal yaitu:

1. Ketika seseorang meninggalkan sesuatu yang menjadi kewajibanya kepada Allah yaitu ibadah yang hukumnya wajib seperti meninggalkan shalat lima waktu, meninggalkan puasa ramadhan dan sebagainya .

2. Ketika seseorang melakukan sesuatu yang dilarang oleh Allah subhanahu wata’ala seperti menyekutukan Allah SWT, durhaka kepada orang tua, minum-minuman keras dan sebagainya.

Ada berapa jenis dosa?

Secara umum para ulama kita membagi dosa menjadi dua kelompok besar yaitu:

1. Dosa yang tidak diampuni oleh Allah jika meninggal belum bertaubat khusus kepada Allahyaitu dosa syirik/menyekutukan Allah, seperti menyembah kepada selain Allah, memalingkan ibadah kepada selain Allah, perdukunan, praktek sihir, meramal nasib, jimat-jimat yang diyakini memiliki kekuatan dan diyakini bisa menjadi pemindung selain Allah, meminta pertolongan kepada kuburan atau orang yang sudah meninggal untuk memenuhi hajat-hajatnya dan segala bentuk dan jenis kesyarikan.

Sebagaimana firman Allah SWT

{ إِنَّ ٱللَّهَ لَا یَغۡفِرُ أَن یُشۡرَكَ بِهِۦ وَیَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَ ٰ⁠لِكَ لِمَن یَشَاۤءُۚ وَمَن یُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَـٰلَۢا بَعِیدًا }

Artinya: “Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali.” [Surat An-Nisa’: 116].

{ لَقَدۡ كَفَرَ ٱلَّذِینَ قَالُوۤا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡمَسِیحُ ٱبۡنُ مَرۡیَمَۖ وَقَالَ ٱلۡمَسِیحُ یَـٰبَنِیۤ إِسۡرَ ٰ⁠ۤءِیلَ ٱعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّی وَرَبَّكُمۡۖ إِنَّهُۥ مَن یُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَیۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ وَمَا لِلظَّـٰلِمِینَ مِنۡ أَنصَارࣲ }

Artinya: “Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.” [Surat Al-Ma’idah: 72]

Jika orang yang melakukan hal diatas dan meninggal dalam keadaan bertaubat kepada Allah SWT akan kekal di dalam neraka selamanya dan tidak diampuni dosanya,namun jika bertaubat sebelum meninggal,maka Allah Subhana wa taala akan mengampuninya sebagaima firman Allah SWT

{ إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلࣰا صَـٰلِحࣰا فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ یُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَیِّـَٔاتِهِمۡ حَسَنَـٰتࣲۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورࣰا رَّحِیمࣰا }

Artinya: “Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” [Surat Al-Furqan: 70]

{ ۞ قُلۡ یَـٰعِبَادِیَ ٱلَّذِینَ أَسۡرَفُوا۟ عَلَىٰۤ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُوا۟ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ یَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِیعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِیمُ }

Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhanya Allah mengampuni dosa-dosasemuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” [Surat Az-Zumar: 53]

Cara bertaubat dari dosa ini yaitu dengan secara khusus memohon ampun dari dosa syirik ini dan terus berdoa kepada Allah serta terus belajar memahami tauhid yang benar agar tidak jatuh lagi pada kesyirikan

2. Dosa besar selain kesyirikan/menyekutukan Allah SWT

Jenis dosa besar banyak disebutkan oleh para ulama kita,seperti imam adzahabi memiliki buku khusus dengan judul al-kabair(dosa-dosa besar) yang menyebutkan sekitar tujuh puluh enam jenis dosa besar yang disertai dengan dalil dalilnya dari Al-Qur’an dan hadits

Beberapa contoh dosa besar sebagaimana disebutkan dalam hadits nabi shalallahu alaihi wasallam

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ

Artinya: “Dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Jauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan.” Para sahabat bertanya; ‘Ya Rasulullah, apa saja tujuh dosa besar yang membinasakan itu? ‘ Nabi menjawab; “menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan tanpa alasan yang benar, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh wanita mukmin baik-baik melakukan perzinahan.” (HR Bukhari).

Bagaimana cara bertaubat dari dosa besar?

Dosa besar ini dan yang semisalnya memerlukan taubat khusus yaitu dengan pengakuan kesalahan kepada Allah,berusaha menjauhi sebisa mungkin dan menyesali perbuatann tersebut serta jika harkait hak manusia mengembalikan hak tersebut atau meminta kehalalanya

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

Artinya: “Siapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka (nanti pada hari kiamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezholimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizhaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya”. (HR. Al-Bukhari no. 2449)

Bagaimana jika meninggal belum bertaubat khusus?

Pelaku dosa besar selain kekufuran dan kesyirikan jika meninggal belum bertaubat maka terancam dengan siksa Allah yang pedih,jika Allah menghendaki maka Allah menyiksanya dengan keadilannya dan jika Allah menghendaki Allah akan mengampuninya dengan kemuliaan dan keagungan rahmatnya.

Ciri dosa yang digolongkan dalam dosa besar

  1. Disebutkan oleh Allah dan rasul-nya dalam Al-Qur’an dan hadits sebagai dosa besar
  2. Apa yangvdisebutkan oleh sahabat nabi sebagai dosa besar
  3. Disifatkan dosa tersebut sebagai kedzaliman yang besar
  4. Ancaman Kemurkaan Allah
  5. Ancaman bahwa Allah memerangi pelakunya
  6. Pelakunya disebut sebagai tindakan melawan Allah SWT
  7. Ancaman kerugian yang besar bagi pelakunya
  8. Pelakunya disebut sebagai fasiq
  9. Pelakunya tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat,tidak diajak bicara dan tidak disucikan
  10. Pelakunya terancam terhapus amalannya
  11. Ancaman tidak diterima shalatnya dan amalnya
  12. Perbuatan yang menjadi sebab kehancuran dan siksa di dunia
  13. Dosa tersebut ada hukum had/ di dunia seperti potong tangan
  14. Ancaman Allah tidak menerima doanya
  15. Ancaman berlipat-lipat dosa
  16. Dosa bisa menjadi penyebab kekafiran dan keluar dari agama
  17. Perkataan nabi “bukan termasuk golongan kami yang melakukan ini
  18. Peniadaan iman bagi pelaku dosa tertentu
  19. Pelakunya disifati sebagai munafiq
  20. Pelakunya disebut sebagai Haliqoh yang bermakna perusak/penghancur
  21. Perkataan nabi siapa yang melakukan ini maka terlepas kehormatanya
  22. Ancaman akan ditutup mata hatinya
  23. Dosa yang ada keterangan: jangan tanyakan lagi tentang itu! Artinya dosa besar
  24. Disebutkan bahwa pelakunya tidak akan mampu memikul dosa hari kiamat nanti
  25. Ancaman bahwa pelakunya akan menjadi musuh Allah dan rasulnya pada hari kiamat
  26. Pelakunya disebut sebagai seburuk-buruk manusia disiaih Allah
  27. Pelakunya terancam dengan ancaman tertentu pada hari kiamat
  28. Pelakunya terancam tidak masuk surga
  29. Hukuman tidak dapat menikmatinya meskipun masuk surga
  30. Ada kata laknat dalam perbuatan dosa tersebut baik dalam Qur’an maupun hadits
  31. Ancaman pelakunya akan ditenggelamkan di akhirat ataupun di dunia
  32. Pelakunya diancam siksa kubur,siksa di akhirat maupun tidak masuk surga
  33. Perbuatan tersebut diikutkan dalam kelompok dosa besar
  34. Jika para ulama telah berijmak bahwa satu perbuatan termasuk dosa besar(Alukah.net)

3. Dosa-dosa kecil

Yaitu selain dosa besar berupa dosa yang tidak terancam dengan kriteria diatas seperti melihat yang haram,atau kesalahan yang dilakukan seorang mukmin dalam kehidupanya

Hal yang perlu diingat bahwa dosa kecil jika bertumpuk akan menjadi besar sebagaimana sesungguhnya gunung terbentuk karena kumpulan bebatuan

Dosa kecil dapat terhapus dengan ibadah ibadah seperti:

  1. Melaksanakan kewajiban ibadah shalat,zakat,umrah dll
  2. Menjauhi dosa besar
  3. Musibah yang menimpa serta ujian-ujian yang menimpa seorang mukmin
  4. Istighfar dan zikir

Kesimpulannya bahwa dosa besar adalah segala perbuatan yang diancam dengan ancaman yang berat di dunia maupun di akhirat,maka selain itu termasuk dosa kecil

Bagaimana kita menjauhi segala dosa besar dan kecil?

Dengan cara menuntut ilmu,memahami dengan baik dan terus berupaya mengagungkan Allah subhanahu wata’ala,keyakinan yang kuat bahwa Allah SWT mengetahui semua perbuatan hamba baik yang nampak maupun yang tersembunyi,meyakini bahwa siksa Allah sangat berat,berdoa dengan tulus agar Allah memalingkan kita dari dosa serta berusaha terus untuk tekun beribadah,menjaga shalat dan bergaul dan membersamai orang yang shaleh sampai ajal menjemput kita, amiin

Penulis: Ustaz Syaibaini Mujiono, S,Sy., M.Si., Ph.D
(Sekertaris Jenderal DPP Wahdah Islamiyah, Ketua KITA Palestina dan Praktisi Kesehatan Islam)

]]>
https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/manusia-pasti-berdosa-ini-contoh-dosa-dosa-besar-dan-kecil/feed/ 0
Islam Adalah Agama yang Allah Ridhai https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/islam-adalah-agama-yang-allah-ridhai/ https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/islam-adalah-agama-yang-allah-ridhai/#respond Sun, 19 Nov 2023 00:55:16 +0000 https://syaibanimujiono.id/?p=282 Islam berasal dari kata al-istislam yang memiliki makna berserah diri, Islam mengandung makna umum dan khusus, secara umum makna yang dimaksudkan adalah agama seluruh Nabi dan Rasul yaitu bahwa seluruh ajaran Nabi dan Rasul adalah mengajarkan tauhid.

Sedangkan Islam dengan makna khusus adalah risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam

Setelah diutusnya Rasulullah maka seluruh manusia wajib mengikuti beliau, karena Rasulullah diutus untuk seluruh manusia dan barang siapa yang tidak mengikuti Nabi Muhammad shalallahu alaihi akan merugi di dunia dan akhirat.

Allah SWT berfirman

{ إِنَّ ٱلدِّینَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَـٰمُۗ وَمَا ٱخۡتَلَفَ ٱلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡكِتَـٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَاۤءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُ بَغۡیَۢا بَیۡنَهُمۡۗ وَمَن یَكۡفُرۡ بِـَٔایَـٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِیعُ ٱلۡحِسَابِ }

Artinya: “Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitabkecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. [Surat Ali ‘Imran: 19].

Kemudian dalam ayat yang lain juga dikatakan.

{ وَمَن یَبۡتَغِ غَیۡرَ ٱلۡإِسۡلَـٰمِ دِینࣰا فَلَن یُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَـٰسِرِینَ }

Artinya: “Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.” [Surat Ali ‘Imran: 85].

Dalam hadits Nabi shalallahu alaihi wasallam, beliau bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

Artinya: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini, baik Yahudi dan Nashrani, mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya (yaitu agama Islam, pent.), kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim).

Dari ayat dan hadits diatas menunjukan secara jelas bahwa keselamatan dan kebahagiaan adalah dengan mengikuti syariat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dan bahwasanya setelah diutusnya Nabi, sebagai Nabi yang terakhir membawa risalah wajib diikuti oleh seluruh manusia tanpa terkecuali.

Sebelum diutusnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dari kalangan umat terdahulu ketika mereka berpegang teguh dan mengikuti Nabi-Nabi yang diutus, mereka akan mendapatkan balasan kebaikan, siapapun diantara mereka yang beramal shalih akan mendapatkan balasan kebaikan mereka di akhirat, namun setelah diutusnya Rasulullah hal itu tidak berlaku lagi.

Menjadi seorang muslim adalah pilhan Allah SWT, maka hendaknya menjaga nikmat hidayah yang diberikan Allah kepadanya dengan mendalami dan memahami hakikat Islam dan merawat keimanan itu dengan cara melaksanakan perintah Allah, mendalami syariat agama Islam dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kenyataannya kita menemukan orang-orang yang dilahirkan dalam keadaan Islam, lahir dari keluarga muslim, namun menjadi murtad (keluar dari Islam) karena kurangnya pemahaman tentang Islam, iman yang tidak diperkuat dengan malas ikut majelis taklim, meninggalkan shalat lima waktu, tidak menjalankan syariat, yang akhirnya Islam sekedar pengakuan tanpa melaksanakan kewajibanya.

Diantara fenomena yang terjadi yaitu karena lemahnya iman kemudian himpitan ekonomi, karena pekerjaan atau bahkan karena pernikahan dan sebab lainya seseorang menjadi murtad dan keluar dari Islam yang sudah sejak lahir menjadi agamanya, semoga Allah melindungi kita semua dan kaum muslimin.

Islam sebagai agama yang diridhai Allah SWT, pasti akan membawa manusia pada kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat, karena Allah SWT yang menciptakan manusia pasti sangat tau apa yang bisa membahagiakan manusia dan apa yang membuat manusia sengsara baik di dunia maupun di akhirat.

Syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam pasti sesuai dengan fitrah dan akan mengantarkan manusia kepada kebahagiaan itu di dunia dan akhirat.

Semua muallaf (orang yang baru masuk islam) ketika ditanyakan kepadanya kenapa tertarik masuk Islam?maka jawaban yang sama keluar dari lisan mereka adalah bahwa dari semua latar belakang agama dan kepercayaan sebelumnya mereka tidak mendapatkan ketenangan, kenyamanan batin dan kebahagiaan yang hakiki, tapi setelah masuk Islam dan melaksanakan ajaran Islam barulah mereka merasakan apa yang mereka cari selama ini yaitu kebahagiaan, ketenangan batin dan kedekatan dengan sang Pencipta.

Islam sebagai agama yang sempurna bukan hanya menjanjikan kebahagiaan di akhirat berupa surga dan segala kenikmatannya serta keridhaan Allah SWT, namun juga menjanjikan kebahagiaan dan ketenteraman di dunia sepadan dengan keyakinan dan konsistensi mengamalkan Islam baik secara pribadi, keluarga maupun skala yang lebih besar, Allah subhanahu wata’ala berfirman;

{ مَنۡ عَمِلَ صَـٰلِحࣰا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنࣱ فَلَنُحۡیِیَنَّهُۥ حَیَوٰةࣰ طَیِّبَةࣰۖ وَلَنَجۡزِیَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُوا۟ یَعۡمَلُونَ }

Artinya: “Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baikdan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [Surat An-Nahl: 97].

]]>
https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/islam-adalah-agama-yang-allah-ridhai/feed/ 0
Ustadz Syaibani Mujiono: Merdeka Itu Damai, Sejahtera Dan Berkeadilan https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/ustadz-syaibani-mujiono-merdeka-itu-damai-sejahtera-dan-berkeadilan/ https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/ustadz-syaibani-mujiono-merdeka-itu-damai-sejahtera-dan-berkeadilan/#respond Sun, 19 Nov 2023 00:36:49 +0000 https://syaibanimujiono.id/?p=276 MAKASSAR – Sekertaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah Ustadz Syaibani Mujiono menyampaikan tausiah singkat kepada seluruh elemen bangsa tentang hakikat perjuangan dan kemerdekaan Indonesia, dalam keterangan tertulisnya pada Senin pagi, (17/07/2020).

Atas berkat rahmat Allah Indonesia merdeka, itulah pengakuan yang jujur dari para pejuang dan pendiri bangsa karena tidaklah semua yang terjadi kecuali dengan takdir Allah subhanahu wata’ala.

Kesadaran akan kelemahan sebagai manusia dan kekuatan hanya dari yang maha kuasa adalah sebuah bukti iman kepada sang pencipta.

Kemerdekaan diraih dengan air mata, keringat, darah dan pengorbanan yang tidak sedikit, para pejuang dan pahlawan telah melakukan yang terbaik, semua elemen bangsa terlibat dalam perjuangan kemerdekaanya, kaum nasionalis, kaum religius (ulama’, kyiai dan santri), TNI, politikus dan seluruh rakyat bersatu padu dalam perjuangan kemerdekaan sebagaimana tertulis dalam sejarah dengan tinta emas.

Kesyukuran akan nikmat kemerdekaan adalah dengan menjaga keutuhanya, memeliharanya dan mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Semua elemen bertanggung jawab terutama para pemimpin negeri ini, semoga bisa menjadikan amanah yang diembanya sebagai amal kebaikan menuju kehidupan akhirat karena Allah subhanahu wata’ala akan meminta pertanggung jawaban atas orang yang dipimpinya.

Semoga tidak ada lagi rakyat yang mengalami kelaparan, semua anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan dan semua anak bangsa Indonesia berhak mendapatkan tempat tinggal yang layak dan kesejahteraan.

Hakikat kemerdekaan adalah ketika manusia bisa menjalin ketaatan kepada rabbnya dan kedamaian di Negeri ini.

Siapapun anda yang lahir dan dibesarkan di tanah air Indonesia maka anda wajib menjaga keutuhanya, memperjuangkanya dan mengisinya dengan kemaslahatan bagi seluruh tanah tumpah darah Indonesia.

Buat Para Pemimpin

Jangan biarkan anak bangsa tidak mendapat sandang, pangan dan papan yang layak, pendidikan yang baik dan pelayanan kesehatan yang memadai karena sesungguhnya semua anak bangsa berhak dengan semua itu dan tentu yang pasti semua akan dimintai pertanggung jawaban.

Buat Para Pemuda

Mari kita isi dengan segala hal yang bermanfaat, jangan biarkan perusak akhlak dan generasi penerus berkeliaran dan dengan mudah merusak anak bangsa ini, ingat bahwa pemuda adalah pemimpin masa depan, bekali diri dengan ilmu, iman dan wawasan yamg luas, pantaskan diri anda untuk menjadi agen perubahan dimasa kini dan yang akan datang.

Buat Para Ulama dan Dai

Mari menjaga ummat dengan ilmu yang Allah berikan kepada kita, menjaga persatuan ummat lebih utama daripada sibuk dengan perbedaan yang akan menjadi kelemahan ummat dan bangsa.

Buat Para Politikus

Mari selalu berfikir dan bertindak untuk kemaslahatan bagi rakyat, jangan kita mendekati rakyat dan mengemis suara rakyat ketika akan suksesi dan pemilihan umum setelah duduk di kursi, melupakan rakyat yang telah mendukungnya, penuhi janjimu kepada rakyat mari mendahulkan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi, partai dan golongan, menjadi pemimpin dan wakil rakyat yang amanah akan menjadi sebab keberkahan jabatan dan kedudukan sesungguhanya Allah akan menolong dan memberikan taufiq bagi mereka yang amanah dalam menunaikan tugas.

Untuk semua eleman bangsa, sekali lagi mari bersatu padu untuk memajukan Indonesia, setara dengan negara lain dalam semua aspek kehidupan, hilangkan kesenjangan dengan semangat persatuan dan saling berbagi,mta’awun menuju keberkahan ilahi dimana Indonesia menjadi negara yang baldatun toyyibatun warabbun ghofuur.

Gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo, negeri yang aman, adil dan sejahtera.

]]>
https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/ustadz-syaibani-mujiono-merdeka-itu-damai-sejahtera-dan-berkeadilan/feed/ 0
Nikmatnya Keindahan Islam dalam Kehidupan https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/nikmatnya-keindahan-islam-dalam-kehidupan/ https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/nikmatnya-keindahan-islam-dalam-kehidupan/#respond Sun, 19 Nov 2023 00:18:18 +0000 https://syaibanimujiono.id/?p=270 Manusia secara fitrah senang dengan penghargaan, senang dengan keindahan, senang dengan kebaikan, keadilan dan segala sesuatu yang positif, baik dan mendukung kebahagiaan dalam kehidupan.

Islam datang dengan membawa misi kemaslahatan dalam seluruh aspek kehidupan, bukan hanya dimensi rohani saja namun juga secara jasmani bahkan dalam kehidupan sosial.

Untuk melihat keindahan Islam secara menyeluruh dan komprehensif tentu hal yang sangat mudah adalah dengan melihat sejarah zaman jahiliah dan pasca Islam datang serta bagaimana praktek Islam pada zaman nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.

Zaman jahiliyah sebelum datang Islam penuh dengan kegelapan, kedzaliman dan ketidakadilan terjadi dalam semua dimensi kehidupan, hak wanita dirampas, dimana wanita tak lebih dari sekedar komoditis yang bisa diperjualbelikan kapanpun dan kepada siapapun, minuman keras, judi dan berbagai keangkaramurkaan yang seolah menjadi biasa dalam kehidupan mereka.

Nabi Muhammad lahir dari keluarga dan suku terhormat, dikenal dengan keluarga yang senantiasa menjaga nilai-nilai budi pekerti yang luhur, maka Rasulullah tumbuh dalam penjagaan Allah SWT dan sejak kecil dikenal amanah sehingga mendapatkan prediket sebagai al-Amin, gelar yang diperoleh bukan karena menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu, namun al-Amin adalah gelar kemuliaan yang hadir dari akhlak dan budi pekerti yang luhur.

Setelah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun, beliau mulai mengajak orang-orang yang terdekat dengan beliau, mulai dari istri, sahabat dan orang yang ada disekelilingnya untuk mengenal Islam, mengenal tauhid dan pengajaran bahwa satu satunya Tuhan yang paling berhak diibadahi adalah Allah SWT dan meninggalkan tuhan-tuhan dan patung-patung yang dijadikan sebagai sesembahan di tanah arab saat itu.

Pelan tapi pasti fitrah masyarakat jahiliah saat itu kembali kepada tauhid yang benar, selain mengajarkan akidah dan tauhid yang benar, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam juga mengajarkan keadilan, kasih sayang, budi pekerti yang luhur, akhlak terpuji dan menghilangkan segala bentuk kedzaliman dalam seluruh aspek kehidupan manusia.

Nabi Muhammad shalallahu alaihi memulai memperbaiki keadaan masyarakat dari sisi akidah dan tauhidnya karena hal ini menjadi titik awal perubahan yang mana jika akidah dan tauhidnya benar, hanya berharap kepada Allah, beribadah kepada Allah dan menggantungkan diri hanya kepada Allah SWT maka dimensi lainya akan berbanding lurus dan berubah sejalan dengan akidah yang benar.

Ini menunjukkan kepada kita bahwa perbaikan seluruh aspek kehidupan hendaknya dimulai dengan perbaikan akidah dan tauhid, dimana inilah misi diutusnya semua Nabi dan Rasul sebagaimana firman Allah SWT.

{ وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِی كُلِّ أُمَّةࣲ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُوا۟ ٱلطَّـٰغُوتَۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنۡهُم مَّنۡ حَقَّتۡ عَلَیۡهِ ٱلضَّلَـٰلَةُۚ فَسِیرُوا۟ فِی ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُوا۟ كَیۡفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِینَ }

Artinya: “Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah ṭāgūt,” kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (Surat An-Nahl: 36).

Keindahan Islam begitu terasa dari ajaran Nabi shalallahu alaihi wasallam, seperti ajaran kasih sayang sesama manusia, keadilan, kesetaraan, saling menghargai, perintah berbuat adil, larangan kedzaliman dalam bentuk apapun, adab akhlak dan etika serta memberi manfaat kepada orang lain, hubungan sosial, hubungan kekeluargaan dan bahkan pengaturan kenegaraan yang pada intinya adalah kemakmuran dan kemaslahatan bagi manusia untuk bahagia di dunia dan kesuksesan di akhirat.

Syariat datang untuk kemudahan bukan untuk menyulitkan, syariat datang untuk membimbing manusia pada jalan yang benar, tujuan yang benar serta kesuksesan yang hakiki yaitu masuk surga dan keridhaan Allah dan inilah seutama utamanya kesuksesan, sebagaimana firman Allah SWT

{ كُلُّ نَفۡسࣲ ذَاۤىِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ یَوۡمَ ٱلۡقِیَـٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَیَوٰةُ ٱلدُّنۡیَاۤ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ }

Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” [Surat Ali ‘Imran: 185].

]]>
https://syaibanimujiono.id/artikel-islam/nikmatnya-keindahan-islam-dalam-kehidupan/feed/ 0